Wednesday, 27 September 2017
Sedih melanda
Aku merajut dalam batuk...
Berbagai kisah menusuk...
Dalam balutan tulang rusuk...
Aku pergi dalam diam...
Aku datang dalam makam...
Bahwa aku hanya tenggelam...
Sedih melanda...
Kisah berpilu mengadu domba...
Aku makan sekuat tenaga...
Demi hidup berbahagia...
Namun kesedihan hanyalah bualan...
Tapi air mata ini jatuh tak berkesudahan...
Sudah lah kawan aku hanyalah debu jalanan...
Jakarta, 27 september 2017
Wednesday, 18 January 2017
instan
Sunday, 8 January 2017
Aku suka kamu apa adanya
Merangkak pasti namun masih ada sisa hari yang panjang untuk dilewati...
Kau yang hadir dalam hati memberikan waktu untuk membuat lambung terisi...
Walau kau tau kau belum tentu bisa membuat terbaik...
Tapi usahamu tak pernah padam membuatku tersenyum...
Aku bangga tak hingga sampai aku terbang ke angkasa..
Aku mau kau bisa semua, dan aku pun bisa menjadi sama seperti dirimu...
Kau belajar dan terus belajar tanpa kenal lelah yang terjadi...
Aku mau kita bersama mengarungi waktu yang terus melaju..
Aku sayang kamu anisya anggraini..
Suara yang termuda
Air hujan turun berseri, seraya berkata apa kabar hari ini...
Kujawab hidupku selalu bertemu bandang sungai tak terbendung...
Bagai lava berpijar dalam lereng api...
Kabarku adalah alam yang bergejolak...
Apa kau punya sahabat...
Akupun menjawab lantang...
Cariel ku panggul dalam sunyi hari...
Itulah sahabat sejatiku...
Aku di sini di jalan panjang bersama berjalan...
Aku tak mengerti arti hidup di sini...
Tapi ku selalu berusaha mengisi wadah untuk ku tuai nanti...
Mengajakku bertemu sang pembuat alam yang indah...
Namun sepanjang jalan kulalui ceria alam pun sirna....
Entah apa yang terjadi selama ini...
Jalan panjang pedesaan ku buat minum pelepas dahaga...
Sehingga kau murka terhadap ku...
Penjelajah yang kagum atas karuniamu...
Seakan murka mu tak lepas begitu saja...
Makhluk sempurna kau ambil dari kami sebagai sugesti kau terganggu...
Demokrasi transportasi
Keras jalan tak pernah terbantahkan...
Perpanjangan tangan tak ubahnya kekalutan...
Ya tangan beraspal yang menjulur nafkah kehidupan...
Para penikmat debu kehidupan...
Seakan sirna saat lelah itu dihempaskan...
Saat mata mulai memejam...
Lelah bertemu lagi kemudian...
Ya ini kisah para penjelajah waktu kesibukan...
Berharap sesuap nasi di hadapan...
Layaknya rayap menunggu kayu habis terjamah kekayaan...
Saat mentari menyapa keramaian hati di jalan negri...
Saat itulah mimpi hidup lebih berarti...
angan yang tak henti....
Mengajak kita terus menanti...
Hari demi hari....
Menginjakan kaki di pedal tak henti...
Memutar tuas tanpa lupa di lakoni...
Sunday, 17 July 2016
Air mata langit
Mentari menyinari alam ini...
Seakan hari tak kan padam...
Merajut indah senyum rerumputan...
Mengalir cerita pohonan rindang...
Candaan burung gereja menjalin tali persaudaraan...
Makhluk tanah melahap habis serasah organik...
Lari kelinci melihat lambaian bukit berseri...
Namun langit berkata
"aku punya cerita"
Dan makhluk bumi pun bertanya
"Cerita apa yang kau utarakan"
Banyak kata terucap langit...
Hingga perih dirasa olehnya...
Sampai langit pun menghitam...
Dan meluapkan amarah terpendam...
Aku hidup dengan pengorbanan...
Aku hidup dengan perjuangan...
Aku ingin kalian tahu...
Bahwa aku menjagamu...
Air mata langit...
Jatuh tak terbendung...
Menggelegar angkasa raya...
Seraya berkata....
"Aku curahkan semua luapan emosi, dalam hati terbendung ceria.
Aku mau kau rasa juga sebuah pengorbanan"
Air mata langit pun hilang tak berjejak...
Itulah airmata hidup yang selalu terjadi...
Terimakasih kau telah menerima curahan hati langit...
Hingga kita bisa hidup selayaknya alam memberi kehidupan...
Jagalah diri saat hidup menyenangkan...
Hiduplah sebagaimana hidup...
Friday, 22 April 2016
Pikir itu pun sempat terlintas...
Bukan kamu ngga cinta aku...
bukan juga rasa sayang itu tak ada... tapi kenangan lalu mungkin masih terasa hingga pikir itu pun sempat terlintas...
Tak apa kau berkata itu padaku... sebab ku tau kenangan itu tak bisa di hapus...
Biarkan itu jadi lembar harimu yang lalu...
Aku hadir dalam hidupmu...
Bukan berarti aku bisa menggantikan yang lalu...
Tapi aku bisa menemanimu.. layaknya hari hari mu yang dulu bersama sahabat mu...
Aku tau kau suka padaku karena ada harap semu yang indah bersamaku...
Tapi bukan hanya kau saja aku pun punya mimpi yang ku bangun bersamamu...
Sekarang bukan lagi aku atau kamu tapi kita...
Sayang jagalah hati masing2 untuk selalu bersama