Rabu, 18 Januari 2017

instan

hari demi hari bongkahan nasi terus di hadapi...
menjalani waktu terus berganti...
dalam luasnya perut terisi...
ilmu yang di ilhami...
sangat sulit di jalani...
sebab padi sudah basi...  

para pegawai desa yang di hormati...
mengirim insani ke sekolah tinggi...
demi membangun gedung indah terpenuhi...
namun mimpi itu seakan tak menjadi...
 sebab ilmu tak sampai ke kaki...

perjalanan insani menemui aral tak henti...
bahwa dunia ini untuk dinikmati...
hingga tuntutan terpenuhi..
pincang jalan pun terjadi..
bahwa desa sudah sunyi 

hanya renta yang selalu menyapa...
ternyata...
sang dewasa ada di kota...
mencari nafkah tak seberapa...
mungkin ilmu yang di punya...
tapi nyatanya tidak...

hanya termos di panggulnya...
terisi panas dalamnya..
dengan kopi ekstrak di serencengnya...
dengan harga berapa rupiah...

kalau kaki bisa terus melangkah...
mungkin hitamnya dunia akan indah...
namun pincang sudah terasa lelah...
biarkan mimpi yang indah...
menemani hari yang susah....

depok, 19 januari 2017
saat gundah menunggu waktu indah

Minggu, 08 Januari 2017

Aku suka kamu apa adanya

Matahari belum pergi meninggalkan ufuk di timur negri...
Merangkak pasti namun masih ada sisa hari yang panjang untuk dilewati...
Kau yang hadir dalam hati memberikan waktu untuk membuat lambung terisi...
Walau kau tau kau belum tentu bisa membuat terbaik...
Tapi usahamu tak pernah padam membuatku tersenyum...
Aku bangga tak hingga sampai aku terbang ke angkasa..
Aku mau kau bisa semua, dan aku pun bisa menjadi sama seperti dirimu...
Kau belajar dan terus belajar tanpa kenal lelah yang terjadi...
Aku mau kita bersama mengarungi waktu yang terus melaju..
Aku sayang kamu anisya anggraini..

Suara yang termuda

Banyak generasi sudah di lalui...
Air hujan turun berseri, seraya berkata apa kabar hari ini...
Kujawab hidupku selalu bertemu bandang sungai tak terbendung...
Bagai lava berpijar dalam lereng api...
Kabarku adalah alam yang bergejolak...
Langit pun berseru kepadaku...
Apa kau punya sahabat...
Akupun menjawab lantang...
Cariel ku panggul dalam sunyi hari...
Itulah sahabat sejatiku...
Kalau kau tanyakan lagi keluargaku...
Aku di sini di jalan panjang bersama berjalan...
Aku tak mengerti arti hidup di sini...
Tapi ku selalu berusaha mengisi wadah untuk ku tuai nanti...
Alam yang kutau adalah ceria dalam penciptaan...
Mengajakku bertemu sang pembuat alam yang indah...
Namun sepanjang jalan kulalui ceria alam pun sirna....
Entah apa yang terjadi selama ini...
Apa dosa ku yang kulakukan...
Jalan panjang pedesaan ku buat minum pelepas dahaga...
Sehingga kau murka terhadap ku...
Penjelajah yang kagum atas karuniamu...
Hanya bakaran daun yang di pilin bersama...
Seakan murka mu tak lepas begitu saja...
Makhluk sempurna kau ambil dari kami sebagai sugesti kau terganggu...
Layakah aku sebagai pelindungmu...
Baju pencinta alam asri dibalut dalam hangatnya tubuh sepi...
Maaf hanya ini ku sampaikan padamu...
#hiduplahsebagaimanahidup
Gerbong kereta tak henti berjalan.
Bogor - jakarta , senin 9 januari 2017
Puisi ini adalah gubahan dalam pementasan di kegiatan ulang tahun cipta ceria alam universitas pancasila..

Demokrasi transportasi

Aspal tertanam menghalau air hujan...
Keras jalan tak pernah terbantahkan...
Perpanjangan tangan tak ubahnya kekalutan...
Ya tangan beraspal yang menjulur nafkah kehidupan...
Para penjelajah hidup kekerasan...
Para penikmat debu kehidupan...
Seakan sirna saat lelah itu dihempaskan...
Saat mata mulai memejam...
Namun kesenangan itu hanyalah sisa semalam...
Lelah bertemu lagi kemudian...
Ya ini kisah para penjelajah waktu kesibukan...
Berharap sesuap nasi di hadapan...
Luas jalan tak ubah keriuhan kaki karet memutar peradaban....
Layaknya rayap menunggu kayu habis terjamah kekayaan...
Saat mentari menyapa keramaian hati di jalan negri...
Saat itulah mimpi hidup lebih berarti...
Demokrasi transportasi...
angan yang tak henti....
Mengajak kita terus menanti...
Hari demi hari....
Pegawai negri atau pencari rezeki...
Menginjakan kaki di pedal tak henti...
Memutar tuas tanpa lupa di lakoni...
Berharap nafkah terpenuhi janji... 
 #Hiduplahsebagaimanahidup
Di gerbong kereta tak henti bogor -jakarta
Senin, 9 januari 2017

Minggu, 17 Juli 2016

Air mata langit

Mentari menyinari alam ini...
Seakan hari tak kan padam...
Merajut indah senyum rerumputan...
Mengalir cerita pohonan rindang...

Candaan burung gereja menjalin tali persaudaraan...
Makhluk tanah melahap habis serasah organik...
Lari kelinci melihat lambaian bukit berseri...

Namun langit berkata
"aku punya cerita"
Dan makhluk bumi pun bertanya
"Cerita apa yang kau utarakan"

Banyak kata terucap langit...
Hingga perih dirasa olehnya...
Sampai langit pun menghitam...
Dan meluapkan amarah terpendam...

Aku hidup dengan pengorbanan...
Aku hidup dengan perjuangan...
Aku ingin kalian tahu...
Bahwa aku menjagamu...

Air mata langit...
Jatuh tak terbendung...
Menggelegar angkasa raya...
Seraya berkata....

"Aku curahkan semua luapan emosi, dalam hati terbendung ceria.
Aku mau kau rasa juga sebuah pengorbanan"

Air mata langit pun hilang tak berjejak...
Itulah airmata hidup yang selalu terjadi...
Terimakasih kau telah menerima curahan hati langit...
Hingga kita bisa hidup selayaknya alam memberi kehidupan...

Jagalah diri saat hidup menyenangkan...
Hiduplah sebagaimana hidup...

Jumat, 22 April 2016

Pikir itu pun sempat terlintas...

Bukan kamu ngga cinta aku...
bukan juga rasa sayang itu tak ada... tapi kenangan lalu mungkin masih terasa hingga pikir itu pun sempat terlintas...
Tak apa kau berkata itu padaku... sebab ku tau kenangan itu tak bisa di hapus...
Biarkan itu jadi lembar harimu yang lalu...
Aku hadir dalam hidupmu...
Bukan berarti aku bisa menggantikan yang lalu...
Tapi aku bisa menemanimu.. layaknya hari hari mu yang dulu bersama sahabat mu...
Aku tau kau suka padaku karena ada harap semu yang indah bersamaku...
Tapi bukan hanya kau saja aku pun punya mimpi yang ku bangun bersamamu...
Sekarang bukan lagi aku atau kamu tapi kita...
Sayang jagalah hati masing2 untuk selalu bersama

Senin, 21 September 2015

Kasih ku temukan dalam goa

Hari pengembaraan dalam mimpi seorang insan...
Menggapai langit penuh harapan...
Berangai kasih sifat penelusuran...
Dalam kegelapan dan heningnya dinding goa...

Bualan hati yang tak terberi...
Dalam kasih sayang menyayangi...
Perjalanan demi perjalanan...
Dilewati hanya sendiri tanpa hati menemani...

Dalam gelapnya siang dinding goa...
Aku menemukan arti cinta sesungguhnya...
Dalam angan sunyi di dalam mimpi...
Hidup yang kukira tak akan terbagi...

Sampai kulihat lagi cahaya senja di mulut goa...
Tanda selesai menyusuri gelapnya dunia...
Dalam angan ku berkata mungkin aku kan hidup di goa...
Ternyata sang penyusur goa masuk dalam hati ini...
Membisik ada cahaya yang aku punya. ..

Aku katakan padanya kita bisa bagaikan dua tali...
Tersimpul dengan kuat untuk menelusuri...
Dengan ditemani mimpi dalam gelap yang sunyi...
Aku memilih dirimu yang polos...
Terimalah kasih ku untuk kita bagi...
Sayangku untuk kamu dan kita akan terus bersama...

#hiduplahsebagaimanahidup #cave #caving